0

Sebelas Tahun Terbutakan

Senja kesepuluh di bulan Ramadhan tahun ini diakhiri dengan sebuah kisah singkat dari dua akhawat, sebut saja Alfa dan Beta.

A: Ukh, pernah ngalamin kebutaan?

B: Hmm.. ngga fa. Kenapa emang?

A: Syukurlah,, ana 11 tahun buta dan terbutakan.

B: Maksudnya gimana? Ko bisa? Apa sebabnya?

2

Burung dan Ikan Jelas Berbeda

Tulisan ini, suara hati terdalam. Burung dan ikan jelas dua hewan yang berbeda, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apa jadinya kalau kita memaksakan burung berenang dan memaksa ikan untuk terbang? Bisa? Mungkin bisa dengan berbagai teknologi canggih masa kini. Tapi secara fitrah, bukan itu potensi mereka. Memaksakan? kenapa harus memaksakan? kenapa tidak maksimalkan potensi yang ada?

Munif Chatib dalam buku 'Gurunya Manusia' bilang kalau "Every child is unique". Setiap anak itu unik, setiap makhluk itu unik dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Dear, masih mau compare satu sama lain? padahal yang dicompare jelas punya potensi beda. Buat gw nulis satu atau dua paragraf itu butuh effort yang gede, tapi mungkin buat orang lain, itu laksana kedipan mata (baca: gampang bin mudah). Begitupun mungkin dengan hal-hal lain yang gw bisa kerjain sementara yang lain ga bisa.

So, please. Jangan paksain orang lain buat jadi kamu dan maksain diri sendiri buat jadi orang lain. Karena burung dan ikan jelas berbeda.




0

Tak Melulu Yang Hijau itu Rumput Tetangga, ((Katanya))

Katanya pepatah 'rumput tetangga selalu lebih hijau'. Kok bisa? Kenapa? Bisa jadi karena kita selalu lihat rumput tetangga, tanpa peduli rumput di halaman sendiri.

Merasa terbelakang, yaaah itu yang sedang bergejolak malam ini. Lihat kanan, karib sebaya sudah menggenap, bahkan sudah berhasil beregenerasi tak satu bahkan dua. Lihat depan, ma syaa Allah, sudah hafizhah, mutqin, bersanad. Lihat kiri, wow sudah bisa menjelajah sampai benua lain, karirnya cemerlang, hidupnya mapan.

It's so different with my condition when I see my self on the mirror. Me? What's my strength? my passion? I'm not a shalihah woman, I'm not smart, not rich, even i feel very useless. Merasa seolah hidup setua ini tidak produktif. Jangan tanya karya apa, bahkan bermanfaatpun sepertinya tidak. Manusia macam apa aku ini? :((

Come on giiirrrlll,, it's not time to regret it!

Malu,
malu itu ketika Allah udah kasih kita karunia, nikmat yang tak terhingga. Tapi kita miskin syukur, pelit syukur, malah lupa syukur. Syukur tak cukup dengan ucapan ternyata. Dengan amalan yang paling penting.. Pliisss guys, talk less do more!!

Sekarang mungkin yang hijau rumput tetangga, yang kita punya mungkin gersang, kering kerontang. Tapi masih bisa kita pupuk kembali dengan keimanan dan disirami hujan syukur di setiap waktu. Ikhtiar, do'a, tawakal. Bukan begitu rumusnya kan?

Teringat sebuah kalimat pengingat, 'Kemuliaan seseorang itu cuma Allah yang tahu ya teh.'

Tak melulu yang hijau itu rumput tetangga, rumput kita pun bisa kembali hijau bahkan lebih hijau dan subur dengan pupuk keimanan dan disirami hujan syukur.

0

Kisah Cinta Ali dengan Fatimah

Sumber : http://static.setipe.com/images/setipedotcom-advice-marshahabib-segitigacinta.jpg

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. 

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.
0

Al Utrujjah

Al Utrujjah, begitulah sebutan perumpamaan bagi orang mukmin yang membaca Al Qur'an. Perumpamaan ini diambil dari nama buah yang bernama Utrujjah. Dari Abu Musa Al Asy'ari bahwa Nabi saw. bersabda,
"Perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an adalah seperti buah utrujjah, rasanya lezat dan baunya juga sedap. Sedangkan orang yang tidak membaca Al Qur'an adalah seperti buah kurma, rasanya manis, akan tetapi baunya tidak ada. Adapun orang fajir yang membaca Al-Qur'an adalah seperti buah raihanah, baunya harum namun rasanya pahit. Adapun perumpamaan orang fajir yang tidak membaca Al Qur'an adalah seperti buah hanzhalah, rasanya pahit dan baunya juga tidak sedap."
[HR. Bukhari, No. 4632]
Tidak hanya dijadikan sebuah perumpamaan bagi mukmin yang membaca Al Qur'an, buah Utrujjah pun pernah diceritakan dalam Sirah Nabi Yusuf ketika Zulaikhah mengundang para wanita kerajaan untuk menyaksikan ketampanan Nabi Yusuf, saat itu Zulaikhah menjamu para tamunya dengan memberikan sebuah pisau dan buah Utrujjah. Begitu istimewanya buah Utrujjah. Lantas seperti apa wujud buah Utrujjah? Mari kita simak pemaparan berikut.
0

Belajar Setegar Karang


Belajar setegar karang meskı ombak menerpa, laut lepas menyapa.

Belajar setegar karang yang tetap kokoh meskı deburan demı deburan memukul hebat, ujıan ketentraman ıa hıraukan padahal laut lepas menjanjıkan ketenangan. Ketenangan semu yang menjadıkan terombang ambıng tanpa arah.

Belajar setegar karang yang teguh pada pendırıan, dan hanya mengaharap ketenangan dan kekuatan pada Yang Maha Segalanya. Allah Azza wa Jalla..

Sani Amaliah
Cimahi, 25 Desember 2015
19.10 WIB
2

Dilamar Akhawat

Bismillah,

Judulnya memang tabu dan ambigu, dilamar akhawat? Maksudnya?

Bagi seorang akhawat, dilamar seorang ikhwan shalih adalah hal yang paling ditunggu-tunggu, bukan begitu? Sebuah ibadah sebagai penyempurna separuh dien, yang begitu misteri dengan siapa, kapan, dimana, semua kuasa Allah, rencana Allah, dan hanya Allah yang Maha Berkehendak. Lalu bagiamana jadinya jika yang melamar adalah seorang akhawat?
 
Copyright © Sani Ama