Al Utrujjah

Al Utrujjah, begitulah sebutan perumpamaan bagi orang mukmin yang membaca Al Qur'an. Perumpamaan ini diambil dari nama buah yang bernama Utrujjah. Dari Abu Musa Al Asy'ari bahwa Nabi saw. bersabda,
"Perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an adalah seperti buah utrujjah, rasanya lezat dan baunya juga sedap. Sedangkan orang yang tidak membaca Al Qur'an adalah seperti buah kurma, rasanya manis, akan tetapi baunya tidak ada. Adapun orang fajir yang membaca Al-Qur'an adalah seperti buah raihanah, baunya harum namun rasanya pahit. Adapun perumpamaan orang fajir yang tidak membaca Al Qur'an adalah seperti buah hanzhalah, rasanya pahit dan baunya juga tidak sedap."
[HR. Bukhari, No. 4632]
Tidak hanya dijadikan sebuah perumpamaan bagi mukmin yang membaca Al Qur'an, buah Utrujjah pun pernah diceritakan dalam Sirah Nabi Yusuf ketika Zulaikhah mengundang para wanita kerajaan untuk menyaksikan ketampanan Nabi Yusuf, saat itu Zulaikhah menjamu para tamunya dengan memberikan sebuah pisau dan buah Utrujjah. Begitu istimewanya buah Utrujjah. Lantas seperti apa wujud buah Utrujjah? Mari kita simak pemaparan berikut.

Buah Utrujjah, merupakan jenis buah yang tumbuh di daerah Selatan - Timur Asia. Buah ini tampak seperti buah lemon, tapi sama sekali rasanya tidak masam, baunya sedap dan rasanya sangat lezat. Sehingga ada beberapa negara yang menyebutnya "Lemon dari Surga".  


Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-srYrBnob7Ho/UfEwFs37cRI/AAAAAAAAEKs/OTZLXPJHVGk/s1600/utrujah.jpg
 Buah Utrujjah memiliki kulit yang sangat tebal dan ukuran yang lebih besar. Berbeda dengan kulit lemon, kulit Utrujjah justru sangatlah manis dan nikmat. Kulit buah inilah yang biasanya dibuat menjadi 'sokade' yang sering kita lihat sebagai hiasan pada roti. 

Sumber: http://ashab.hawahome.com/upload/trggy.jpg
Selain dari itu, lantas apa yang membuat buah Utrujjah menjadi istimewa? Sampai dijadikan perumpamaan bagi mukmin yang membaca Al Qur'an. Ibnu Hajar Al Asqolaniy pernah berkomentar bahwa hikmah pengkhususan Utrujjah sebagai perumpamaan karena Utrujjah kulitnya dapat digunakan sebagai obat. Dari bijinya juga dapat dihasilkan minyang yang memiliki banyak manfaat. Ada juga yang mengatakan bahwa jin tidak akan mendekat ke sebuah rumah yang di dalamnya terdapat Utrujjah. Maka sangat cocok bila Al Qur'an diumpamakan dengannya.

Syaikh Al Azhim Ubadiy mengatakan bahwa mengapa Utrujjah yang dipilih? Karena Utrujjah merupakan kumpulan rasa sekaligus aroma yang thoyyib, warna yang baik, dan mempunyai manfaat yang banyak. Dan maksud dari pemisalan dengan menggunakannya adalah sebagai penjelas akan kondisi seorang mukmin dan ketinggian amalannya (tilawatul Qur'an).

Penasaran seperti apa wujud dan rasa buah Utrujjah? Ini bisa jadi alternatif oleh-oleh bagi yang sedang melancong ke negara Timur Tengah. 

Wallahu a'lam.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Sani Ama